Tentang Kami
Apa itu Sulit Air Sepakat (SAS)
Sulit Air Sepakat (SAS) adalah organisasi perantauan bagi masyarakat asal Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Organisasi ini menjadi wadah pemersatu bagi warga Sulit Air yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, agar tetap terhubung sebagai satu keluarga besar.
SAS hadir untuk membangun kerja sama dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, adat, serta mempererat hubungan kekeluargaan di mana pun perantau berada. Dengan jaringan yang luas, SAS memiliki banyak Dewan Perwakilan Cabang (DPC) di berbagai kota, menjadikannya salah satu organisasi perantau Minangkabau yang paling besar dan aktif.
Sejarah Organisasi Masyarakat Perantauan SAS Bandung
Organisasi SAS Bandung lahir dari semangat kebersamaan para perantau yang menetap di Kota Bandung dan sekitarnya. Pada awal perkembangannya, para perantau yang berasal dari daerah yang sama sering berkumpul secara informal dalam berbagai kesempatan, baik pada acara keluarga, kegiatan keagamaan, maupun pertemuan kecil yang diinisiasi oleh tokoh-tokoh masyarakat. Pertemuan tersebut menjadi ruang awal untuk saling berbagi informasi, memberikan dukungan, serta menjaga ikatan emosional di tanah rantau. SAS Bandung terbentuk dari kebutuhan para perantau yang tinggal dan bekerja di Bandung untuk memiliki wadah kebersamaan, saling dukung, dan pelestarian identitas budaya. Pada awalnya, pertemuan-pertemuan kecil dilakukan secara informal oleh beberapa tokoh perantau yang ingin menjaga silaturahmi serta membantu sesama anggota komunitas.
Seiring bertambahnya jumlah perantau, kebutuhan akan organisasi yang lebih terstruktur semakin kuat. Maka dibentuklah Organisasi Masyarakat Perantauan SAS Bandung sebagai lembaga resmi yang menaungi kegiatan sosial, budaya, pendidikan, dan solidaritas antarwarga perantauan. Organisasi ini berkembang menjadi komunitas yang solid, rutin mengadakan kegiatan kebudayaan, silaturahmi keluarga, dukungan sosial, serta program pemberdayaan anggota. Hingga kini, SAS Bandung terus berkomitmen menjadi rumah bersama bagi seluruh perantau, menjaga identitas budaya, dan memperkuat hubungan dengan masyarakat Bandung serta daerah asal.
Sejak diresmikan, SAS Bandung telah mengembangkan berbagai program dan kegiatan yang berorientasi pada penguatan hubungan kekeluargaan, pelestarian nilai budaya daerah asal, serta peningkatan kapasitas dan kesejahteraan anggota. Kegiatan seperti pengajian rutin, perhelatan budaya, forum diskusi, program dukungan sosial, hingga pelatihan ekonomi kreatif menjadi fondasi penting dalam perjalanan organisasi.
Pada fase pertumbuhan berikutnya, SAS Bandung mulai memperluas jejaring dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas kebudayaan, dan organisasi perantauan lainnya. Kerja sama ini bertujuan memperkuat posisi SAS Bandung sebagai organisasi yang tidak hanya aktif di internal komunitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas dan daerah asal.
Kini, SAS Bandung berkembang menjadi organisasi yang solid dan kredibel, dihormati karena komitmennya dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan, budaya, dan kepedulian sosial. Dengan dukungan generasi muda dan upaya profesionalisasi tata kelola, SAS Bandung terus berperan sebagai rumah besar bagi seluruh perantau untuk bersinergi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi Bandung serta daerah asal.
Visi
Menjadi organisasi perantauan yang solid, harmonis, dan berdaya, mampu mempererat silaturahmi, berjati diri, serta mendorong kesejahteraan anggota SAS Bandung.
Misi
- Mempererat tali silaturahmi antarperantau SAS di Bandung melalui kegiatan sosial, budaya, dan kekeluargaan.
- Melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya daerah asal sebagai identitas bersama di tanah rantau.
- Memberdayakan anggota melalui pendidikan, pelatihan, dan penguatan ekonomi komunitas.
- Membangun jejaring kemitraan dengan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan organisasi perantauan lainnya.
- Menyediakan sistem dukungan sosial untuk membantu anggota dalam situasi darurat, kebutuhan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
- Mendorong kontribusi positif anggota SAS terhadap masyarakat Bandung dan daerah asal.
Tujuan
- Menghasilkan komunitas perantauan yang solid, kompak, dan saling mendukung.
- Menjadi wadah pelestarian budaya serta identitas daerah bagi generasi muda perantau.
- Meningkatkan kesejahteraan anggota melalui program ekonomi kreatif dan pemberdayaan profesional.
- Memfasilitasi transfer pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai luhur ke generasi berikutnya.
- Menguatkan kehadiran organisasi SAS Bandung sebagai komunitas yang bermanfaat dan dihormati di lingkungan sosialnya.


Sasaran
- Terlaksananya kegiatan rutin (silaturahmi, arisan, pengajian/keagamaan, olah raga, kesenian minimal setiap bulan.
- Terselenggaranya program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi anggota minimal 1-4 kali per tahun.
- Terbentuknya unit atau divisi khusus untuk kepemudaan, kebudayaan, dan usaha komunitas.
- Terjalinnya minimal 3–5 kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah, universitas, atau komunitas budaya di Bandung.
- Tersedianya dana sosial/solidaritas yang terkelola dengan baik untuk membantu anggota dalam keadaan darurat.
- Meningkatnya partisipasi generasi muda IPPSA Bandung dalam kegiatan organisasi sebagai pewaris nilai dan budaya.
- Terdokumentasinya kegiatan, budaya, dan sejarah komunitas perantauan SAS untuk pelestarian jangka panjang.
Siapa yang Termasuk Anggota SAS?
Anggota SAS adalah:
Perantau asal Nagari Sulit Air, baik yang merantau sementara maupun menetap di kota lain.
Keluarga besar yang masih memiliki hubungan keturunan, ikatan adat, atau keterikatan dengan komunitas Sulit Air.
Sebagai organisasi perantauan, SAS menjaga agar identitas, adat, dan ikatan kekeluargaan tetap kuat meskipun anggotanya tersebar jauh dari kampung halaman.
